Navigation Menu+

Menghormati Karakter Melintasi Masa

Posted on Jun 17, 2020

Tintin dan Haddock liburan di Semarang. Karakter Petualangan Tintin ini menjadi tokoh pujaan serta referensi imajinasi berbagai penelusuran budaya, daerah, manusia dan negara yang mudah dimengerti oleh anak SD yang mulai melihat komik ini di toko buku yang ada di kotanya.

Bersetting di awal abad 20 membuat Tintin ini awet melintasi liini masa menembus era millenium kekinian. Karya Tintin oleh Herge tidak akan terbit lagi sepeninggal wafatnya sang penulis. Tentu ini adalah sebuah kehilangan besar dunia komik modern yang akan terlihat kikuk jika berhadapan dengan situasi saat kemudahan teknologi membuat komik berbeda dengan teknik manual saat karakter ini pertama kali diciptakan.https://id.wikipedia.org/wiki/Hergé

Sebenarnya karakter Tintin ini telah sampai duluan ke Indonesia dalam salah satu episode komiknya Penerbangan 714. Pada 27 September, 1966. Tintin dan teman-temannya dalam kisah ini sedang dalam perjalanan ke luar negeri dan sempat singgah di bandara Kemayoran, Jakarta, Indonesia. Namun sebagian besar kisah ini mengambil tempat di salah satu pulau di Indonesia.

pada episode itu kita mengenal dari Carreidas 160, sebuah jet pribadi milik miliarder Lazlo Carreidas, seorang tokoh karikatur dari produsen pesawat Prancis Marcel Dassault. Majalah Tintin Penerbangan 714 ini memiliki sketsa pesawat model tersebut dengan sangat akurat dari gambar yang dibuat oleh Roger Leloup (1966).

Penerbangan 714  ini ditutup melalui karakter Ezdanitoff (terinspirasi dari wartawan Jacques Bergier), di mana Herge memperkenalkan kepada para pembacanya mengenai sejarah parapsikologi serta intervensi makhluk luar angkasa yang bijaksana sebagai suatu humor yang menarik.

Tintin dan Haddock liburan di Semarang, upaya menghormati pencipta dengan membawa karakter di kota ini disesuaikan dengan momentum kejadian besar yang terjadi di negeri ini.

Karya terakhir ini merespon pada saat pandemi, dimana Tintin dan Hddock sedang berkelana di trekking mangrove. Tampak bahwa mereka telah memakai masker, menandakan pada saat ini pandemi sedang berlangsung. Sedangkan karya lain menunjukkan karakter ini sedang berkeliling di Kota Lama Semarang. Backhoe menunjukkan pada saat karya ini dibuat, revitalisasi kota lama sedang berlangsung.

https://klinikdesain.com/2014/02/tintin-in-semarang.html

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *