Navigation Menu+

Patung Diponegoro : urban space yang berkaitan dengan orientasi lingkungan

Posted on Oct 7, 2015

Patung Diponegoro : urban space yang berkaitan dengan informasi sekaligus sarana orientasi lingkungan

Patung Undip Diponegoro kampus bawah yang terletak di jalan Pahlawan sempat mengalami perubahan warna darisemula monokromatik hitam, pada 5 Oktober tepat hari TNI kemarin berubah menjadi warna warni. Sempat membuat keramaian di pemberitaan dan social media, terkait dengan perubahan warna yang dilakukan secara gegabah tersebut.

Patung ini menjadi masalah dengan warna barunya sehingga pada tanggal 7 Oktober ini sebagian telah dikembalikan menjadi warna aslinya, hitam. Warna yang sudah melekat dan memperkuat ikon Diponegoro ini sebagai sebuah lokasi open space dipusat Kota Semarang : kawasan historis Oei Tiong Ham weg sekaligus kawasan modern jalur primer Kota Semarang, Kampus Undip, Pusat pemerintahan provinsi Pahlawan, dan Simpanglima.

Mengapa sampai banyak yang memprotes? Kita bisa memahami bahwa sebuah ikon patung itu bisa membentuk sebuah persepsi lingkungan. Landmark kawasan ini bisa berfungsi sebagai sarana informasi sekaligus sebagai sarana orientasi lingkungan Landmark menjadi penting karena membantu warga untuk menemukan diri dan mengarahkan dalam suatu daerah di kota.

Kesan image terhadap sebuah landmark akan berbeda jika dia mengalami perubahan nyata secara visual, dalam hal ini warna sangat kuat mempengaruhi citra tersebut. Kesan heroic kepahlawanan Diponegoro secara apik dibuat oleh sang kreator pematung mempertegas fungsi dia sebagai tetenger urban space kawasan penting disemarang, sedikit berganti pada saat warna dia dirubah menjadi warna natural. Gagah berubah menjadi jenaka, dinamis berubah menjadi statis. Itulah kesan yang timbul kemarin

patung_diponegoro_falsecolour copy

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *