Navigation Menu+

Good campaign, great idea Pilwakot

Posted on Oct 15, 2015

slide pilkada sampah visual

Slide03

Menanti Kreatifitas Visual Kampanye Cawali Kota Semarang

Sejak digulirkan 27 Agustus 2015 bahkan sejak beberapa bulan sebelumnya para calon kandidat telah memulai meminang perhatian pemilih warga kota Semarang, serasa kota ini kembali dibombardir oleh sampah visual materi kampanye yang sangat jauh dari unsur kreatifitas dan seni.

Kita melihat kembali keengganan para calon walikota untuk berkampanye bersih dan mendidik untuk mengotori ruang public dengan atribut kampanye mereka seakan sebuah hal yang tidak perlu dihiraukan oleh para kandidat yang semestinya tahu bahwa banyak daerah larangan untuk memasang atribut mereka itu di daerah publik. Pagar fasum, tiang listrik, telepon, pohon seakan memberikan ruang media placement buat tim sukses para kandidat untuk memajang umbul-umbul, banner, spanduk, baliho dan materi lain.

Pohon peneduh dijalur yang dilewati oleh warga, menjadi pilihan paling sangat mudah untuk dipasang atribut para kandidat ini. Sayangnya tidak satupun yang mencoba untuk membuat sebuah materi kampanye yang mendidik, didesain secara terarah dan membuat suatu benang merah brand calon tersebut. Umumnya perlakuan ‘hard selling’ masih terjadi pada atribut kampanye ini : memasang pas foto, nama calon, dan nuansa warna partai mereka berdiri.

Siapa yang salah? Hampir semua calon beriklan tidak berpijak kepada sebuah nilai awal siapakah mereka, mengapa warga harus peduli kepada dia, dan bagaimana kelak mereka menemukan dia, itu pertanyaan awal yang sering terlepas dari proses pembuatan ide awal brand calon kandidat.

Who are you? Why they should care? Who need to know? How will they find out?

Proses pencarian ide yang bermuara kepada sebuah iklan secara visual unik berbeda dengan competitor pesaing, jarang menjadi perhatian mereka. Good brand visual memberikan sinyalemen yang kuat akan sebuah navigasi yang memberikan kepastian garansi dan berakhir kepada sebuah nilai engagement antara brand ( calon kandidat ) dengan customernya ( konstituen warga kota ini ). Bagi mereka cukup menjual pas foto dan nama saja sudah cukup. Selamat tinggal good campaign, great idea.

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *