Navigation Menu+

AIDIA Lunpia

Posted on Oct 6, 2015

Hingga hari ini profesi desainer grafis masih dianggap sebagai bagian dari printing. Kejadian berulang dibeberapa pelanggan memposisikan desai grafis ini sebagai bagian jasa cetak dan produksi media menyebabkan profesi ini masih dipandang sebelah mata mereka yang sekedar membutuhkan hasil akhir dari produk printing dan media tanpa memandang proses yang terjadi didalamnya.

Memang dibeberapa kota besar di Indonesia dengan latar sejarah panjang memiliki kampus yang membuka fakultas seni dan desain telah membantu mengangkat profesi ini seiring dengan hukum supply and demand, lulusan berpendidikan dan memiliki kemampuan desain yang baik membuka peluang industri desain tumbuh di kota tersebut.

Berbeda dengan profesi Arsitek, Dokter dan profesi lain yang telah lama tumbuh dan berasosiasi di negara ini, profesi desainer grafis mengalami pasang surut dinamika pergerakan di dalamnya. Hingga akhirnya tuntutan jaman mendesak, profesi inipun akhirnya membentuk sebuah badan profesi yang bernama AIDIA.

Organisasi AIDIA yang secara de facto lahir pada 18 Maret 2015 di Bandung melalui Kongres Transformasi FDGI. Secara de jure atau legal formal, akta legal AIDIA telah didaftarkan ke Kemenkumham pada bulan Agustus 2015 dan direncanakan selesai proses administrasi di Kemenkumham pada akhir bulan September 2015.

AIDIA secara legal terdaftar sebagai Perkumpulan Desainer Komunikasi Visual Indonesia, namun memiliki brand name Asosiasi Desainer Komunikasi Visual Indonesia. Dalam waktu dekat pada tanggal 28 Oktober 2015 akan diadakan kongres daerah pertama pembentukan AIDIA cabang Semarang.

poster AIDIA Unika

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *